Teduhnya angin sepoi hanya sampai raga, tak
menelusuk hingga ke jiwa yang semakin hari semakin hampa. Entah apa yang terjadi pada jiwa
ini, kering kerontang bak belukar di bawah terik matahari. Terbakar karena
panasnya tak sanggup tertahan oleh jiwanya sendiri. Bagaimana mungkin raga
baik-baik saja sementara jiwa merana. Bagaimana mungkin raga menari dan menebar
tawa kecil sementara jiwa tertatih. Apalah daya jika itu terjadi, hanya mampu
menikmati dengan keber-pura-an bahwa jiwa baik-baik saja disini, dengan
balutan raga yang kelihatannya baik-baik saja.
Family oriented and education oriented
Rabu, 04 Maret 2015
Cinta Pertama
Aku merasa ada yang hilang
Tanpa tau apa yang sudah aku temukan
Aku merasa menemukan
Tanpa tau apa yang aku cari
dan aku masih seperti mencari
Tanpa tau apa yang sudah hilang
Seseorang yang kita pikir adalah milik kita
ternyata bukan benar-benar milik kita
kita memiliki hatinya dan cintanya
tapi kita tidak pernah memiliki jalan hidupnya
Setiap manusia memiliki ruang kosong di hatinya
ketika seseorang datang..
dan kita berpikir bahwa dia yang mengisi ruang kosong itu
sebenarnya dia hanya berdiri di depan pintu
dan menyamarkan ruang kosong itu
ruang kosong di hati kita tetap ada
dan tidak akan pernah benar-benar terisi
Manusia memiliki mimpi
ada yang mengejar dan meuwujudkannya
ada yang mundur dan membuangnya
ada pula yang diam dan hanya menyimpannya disepanjang sisa hidunya
dan aku akan menjadi manusia yang terakhir itu.
(Film Cinta Pertama, 2006)
Tanpa tau apa yang sudah aku temukan
Aku merasa menemukan
Tanpa tau apa yang aku cari
dan aku masih seperti mencari
Tanpa tau apa yang sudah hilang
Seseorang yang kita pikir adalah milik kita
ternyata bukan benar-benar milik kita
kita memiliki hatinya dan cintanya
tapi kita tidak pernah memiliki jalan hidupnya
Setiap manusia memiliki ruang kosong di hatinya
ketika seseorang datang..
dan kita berpikir bahwa dia yang mengisi ruang kosong itu
sebenarnya dia hanya berdiri di depan pintu
dan menyamarkan ruang kosong itu
ruang kosong di hati kita tetap ada
dan tidak akan pernah benar-benar terisi
Manusia memiliki mimpi
ada yang mengejar dan meuwujudkannya
ada yang mundur dan membuangnya
ada pula yang diam dan hanya menyimpannya disepanjang sisa hidunya
dan aku akan menjadi manusia yang terakhir itu.
(Film Cinta Pertama, 2006)
Minggu, 01 Maret 2015
Ibu... Ayah...
Lega rasanya bisa menumpahkan rindu melalui doa
Juga tak jarang melalui air mata
Sekilas bahagia, tak sedikit sedih
Ternyata rindu benar-benar di hati
Menguasai jiwaku pun ragaku
Ingin mengelak atau berhenti tapi ternyata sia-sia
Semakin menjadi-jadi malah..
Ibu.. ibu...ibu.. Ayah...
Aku merindukan kalian dengan segala rinduku
Jika tangan ini tak mampu menyentuh kalian
Biarkan lisan dan doa jadi penyambungnya
Ibu ... Ayah..
“Kami baik-baik saja, nak” kata kalian
Tapi entah kenapa, aku memikirkan yang lain tentang kalian.
Semacam firasat..
Mungkinkah kalimat itu hanya senjata untuk mengelabui aku,
disini.
Agar aku tak khawatir
Agar aku bisa fokus dalam study ku
Lagi.. lagi... aku khawatir tentang kalian disana
atau firasat ini hanya lah buah dari yang namanya pohon
rindu
aku merindukan kalian, sungguh.
Ibu.. ayah..
Aku yakin kalian merindukanku dengan segala cinta yang
kalian miliki
Aku yakin malam ini kalian juga memikirkanku dengan segala
bentuk kekhawatiranmu
Ibu.. Ayah..
Malam ini aku tak bisa menahan air mata kerinduan
Biarkan aku menikmati rindu dengan segala upayaku
Aku merindukan kalian...
Bangkok, 1 Maret 2015
01.20 am
Kamis, 28 Agustus 2014
Perbedaan Modus dan Tulus.... (Cekidottt)
Modus adalah upaya seseorang untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, tapi dengan cara yang bertele-tele dan penuh basa-basi. Modus juga termasuk trik sih, yang isinya penuh dengan kepalsuan. Misalnya nih yah, pura-pura ngajakin teman jalan-jalan, teraktir teman eh ternyata ujung-ujungnya minta nyotekkan tugas. Ada juga nih yah, yg sambil makan terus pura-pura bilang "aduh dompetku ketinggalan" padahal emang ga ada uang, terpaksa deh yang bayar temannya. Dan masih banyak lagi tingkah super basi dari para moduser..
Para moduser paling sering menebarkan janji-janji manis dan pemberi harapan palsu. Janji inilah, itulah.. ujung-ujungnya orang yang mempercayai para moduser ini hanya bisa gigit jari deh. (Kasian..kasian..) Nah, yang paling parah moduser-moduser ini mulai memperluas kiprahnya didunia percintaan. Awalnya, yang hanya berasal dari dunia maya, lama-lama berujung pada interaksi modus dan dimodusin. Orang-orang yang mudah dimodusin adalah orang-orang yang auto-imannya mulai melemah, tidak menganalisa dengan baik dan pertahanan hatinya minim.
Atau kayak gini nih kasusnya, ada cowok yang modusin cewek kaya. Kata sicowok dia cinta pake banget sama sicewek apa adanya, akhirnya cewek kena jurus si moduser nih dan akhirnya mereka pacaran deh. Ternyata, yang cowok pacaran sm si cewek ini karena mau dibayarin tiap kali makan dan sicewek dengan polosnya berkata, ga apa-apa semua demi cinta. Helloow.. ga sadar kali yah kalau dia hanya dimodusin.
Semakin berkembangnya dunia maya, maka semakin menjadi-jadilah tindakan si moduser. Pura-pura sok kenal di facebook atau mention ditwitter lah. Ada-ada saja tingkahnya... Tersangka para tukang modus ini bukan hanya cowok loh, ada juga cewek modus. Tapi yang paling mendominasi yah tetap cowok. Biasanya, cewek yang memancing para cowok untuk melakukan tindakan modus. Entah melalui becandaan atau apalah yang bisa memancing keluarnya jurus para moduser.
Ini nih ada beberapa fakta tentang pelaku moduser :
Fakta Pertama :
A: “Eh, kayaknya pernah lihat deh. Teman tetangga gua kan?”
B: “Kapan dan dimana ya? Maaf, tetangganya yang mana ya?”
A: “Itu si Uci, ah masa nggak kenal. Nanti saya bilang loh ama Uci kalau kamu nggak menganggap temannya”
B: *garuk – garuk kepala*
A: hmmm….atau gue salah orang kali ya, maaf ye. BTW kamu namanya siapa?(akhirnya, ujung – ujungnya minta kenalan)
Fakta Kedua
A: “Ukhti, isi tweet – tweetmu bagus banget bisa menjadi pencerahan buatku”
B: “Alhamdulillah, syukron. Semua karena Allah”
A: “Oh iya kalau boleh, saya ingin diajari tentang agama sama ukhti maklum saya baru insyaf”
B: “Oh iya boleh akh, tapi gimana caranya?”
A: “Ukhti kasih alamatnya ya…”(intinya si akhi pengen ngapelin ukhti di rumahnya)
Fakta Ketiga
Liat tweet hadits dan nasihat dari akun akhwat pukul 03.30
A: “Wah ukhti jam segini udah bangun pasti udah tahajud lalu ngetweet”
B: *hanya liat mention dengan senyuman*
A: “Ukh, saya susah bangun tahajud nih. Kira – kira caranya gimana ya?
B: *masih melihat mentionan dengan tersenyum*
A: “Atau kalau nggak merepotkan boleh saya minta tolong untuk di sms atau di miscalled setiap subuh ntar saya kirimkan nomor saya via DM ya”
(ujung – ujungnya pengen diperhatikan, Ikhwan Modus ke laut aja lo!)
Oh iya by the way ada yang korban modus atau pelaku modus???
Sekarang kita bahas yang baik-baik yah, yaitu tentang tulus. Kebalikan dari modus. Tulus itu ketika seseorang berbuat sesuatu tanpa mengharapkan apa – apa, tanpa pamrih, atau dengan kata lain ikhlas melakukan sesuatu. Segala yang dilakukan oleh orang yang tulus berasal dari lubuk hatinya yang paling dalam tanpa basa basi dan langsung to the point.
Zaman sekarang ini sulit bingit menemukan orang yang benar – benar tulus kepada kita. Untuk menemukan orang yang tulus dengan kita mesti memiliki hati yang peka untuk mendeteksi mana yang tulus mana yang modus karena sesungguhnya ketulusan itu berasal dari hati maka perlulah hati sendiri yang dapat merasakan kehadirannya. Modus dan tulus jelaslah berbeda, ketika modus mengandalkan basa basinya yang ujung – ujungnya menginginkan sesuatu maka berbeda dengan tulus yang betul – betul yang secara langsung mengutarakan maksud hatinya tanpa mengharapkan apa – apa.
Di jejaring sosial, kita pun bisa menjumpai orang orang yang bersifat tulus. Misalnya, ada orang yang diajak chatting kurang basa basi dan langsung mengutarakan maksudnya. Postingan orang yang tulus disesuaikan dengan kepribadiaannya tanpa adanya pencitraan dan mengharapkan pujian. Setiap postingan bijak yang biasanya ia kirimkan tujuannya hanya untuk saling mengingatkan bukan untuk sanjungan. Bergitupula ketika dia membalas postingan orang lain penyampaiannya begitu santun dan ramah. Orang yang tulus tak pernah menggunakan ‘topeng’ untuk membuat dirinya semakin wah dan ingin dipuja.
Ketulusan dapat membuahkan kebahagiaan karena segala sesuatu yang kita lakukan bukanlah yang sengaja dibuat – buat melainkan datangnya dari hati dan berharap hanya dibalas oleh illahi. Biasakan diri untuk bersifat tulus, ikhlaskan hati untuk tak mengharapkan fulus. Ketika kita memberikan hal yang baik kepada orang lain yakinlah yang akan kembali pada diri kita adalah baik pula bahkan bisa lebih itu.
Berikut contoh orang yang tulus
:- Mengantarkan teman yang sakit walau ia sedang sibuk dengan tugas penting lainnya
-
Membagikan
makanan untuk dimakan bersama walau ia sedang kelaparan
-
Membayarkan
biaya rumah sakit teman walaupun kasbon di dompet menumpuk
Berikut pula realita seputar tulus:
Fakta 1
A: “John, gue lapar banget nih dan kebetulan lagi bokek bisa pinjam duit lo nggak? minggu depan gue ganti deh!”
B: “Yaelah bro, kenapa nggak bilang dari tadi, santai aja lagi, nih…” (sodorin ceppek)
A: “Thanks yo bro”(tanpa basa basi)
Fakta 2
A: “Ukh, alamat kamu dimana?”
B: “Untuk apa akh?”
A: “Saya mau datang ke rumahmu menghadap orang tuamu bawa keluargaku untuk melamarmu”
B: *seketika kaget*(tanpa basa basi)
Lelaki yang benar – benar tulus mencintai seorang perempuan tidaklah ia menunjukkan sifat yang pada akhirnya akan mengajak dia bermaksiat. Lelaki yang ingin membuktikan ketulusan cintanya tidak mesti diungkapkan kepada orang yang dicintainya tapi langsung menghadap kepada wali nya dengan maksud yang jelas dan tegas. Ketulusan cinta seseorang dapat dilihat dari caranya berbicara, caranya menatap dan caranya bersikap. Lisannya tak penah keluh ketika berucap, matanya begitu teduh ketika menatap dan sikapnya begitu santun ketika berbuat. Orang yang seperti ini perlulah kita balas ketulusan cintanya meski ia tak mengharapkannya.
Para moduser paling sering menebarkan janji-janji manis dan pemberi harapan palsu. Janji inilah, itulah.. ujung-ujungnya orang yang mempercayai para moduser ini hanya bisa gigit jari deh. (Kasian..kasian..) Nah, yang paling parah moduser-moduser ini mulai memperluas kiprahnya didunia percintaan. Awalnya, yang hanya berasal dari dunia maya, lama-lama berujung pada interaksi modus dan dimodusin. Orang-orang yang mudah dimodusin adalah orang-orang yang auto-imannya mulai melemah, tidak menganalisa dengan baik dan pertahanan hatinya minim.
Atau kayak gini nih kasusnya, ada cowok yang modusin cewek kaya. Kata sicowok dia cinta pake banget sama sicewek apa adanya, akhirnya cewek kena jurus si moduser nih dan akhirnya mereka pacaran deh. Ternyata, yang cowok pacaran sm si cewek ini karena mau dibayarin tiap kali makan dan sicewek dengan polosnya berkata, ga apa-apa semua demi cinta. Helloow.. ga sadar kali yah kalau dia hanya dimodusin.
Semakin berkembangnya dunia maya, maka semakin menjadi-jadilah tindakan si moduser. Pura-pura sok kenal di facebook atau mention ditwitter lah. Ada-ada saja tingkahnya... Tersangka para tukang modus ini bukan hanya cowok loh, ada juga cewek modus. Tapi yang paling mendominasi yah tetap cowok. Biasanya, cewek yang memancing para cowok untuk melakukan tindakan modus. Entah melalui becandaan atau apalah yang bisa memancing keluarnya jurus para moduser.
Ini nih ada beberapa fakta tentang pelaku moduser :
Fakta Pertama :
A: “Eh, kayaknya pernah lihat deh. Teman tetangga gua kan?”
B: “Kapan dan dimana ya? Maaf, tetangganya yang mana ya?”
A: “Itu si Uci, ah masa nggak kenal. Nanti saya bilang loh ama Uci kalau kamu nggak menganggap temannya”
B: *garuk – garuk kepala*
A: hmmm….atau gue salah orang kali ya, maaf ye. BTW kamu namanya siapa?(akhirnya, ujung – ujungnya minta kenalan)
Fakta Kedua
A: “Ukhti, isi tweet – tweetmu bagus banget bisa menjadi pencerahan buatku”
B: “Alhamdulillah, syukron. Semua karena Allah”
A: “Oh iya kalau boleh, saya ingin diajari tentang agama sama ukhti maklum saya baru insyaf”
B: “Oh iya boleh akh, tapi gimana caranya?”
A: “Ukhti kasih alamatnya ya…”(intinya si akhi pengen ngapelin ukhti di rumahnya)
Fakta Ketiga
Liat tweet hadits dan nasihat dari akun akhwat pukul 03.30
A: “Wah ukhti jam segini udah bangun pasti udah tahajud lalu ngetweet”
B: *hanya liat mention dengan senyuman*
A: “Ukh, saya susah bangun tahajud nih. Kira – kira caranya gimana ya?
B: *masih melihat mentionan dengan tersenyum*
A: “Atau kalau nggak merepotkan boleh saya minta tolong untuk di sms atau di miscalled setiap subuh ntar saya kirimkan nomor saya via DM ya”
(ujung – ujungnya pengen diperhatikan, Ikhwan Modus ke laut aja lo!)
Oh iya by the way ada yang korban modus atau pelaku modus???
Sekarang kita bahas yang baik-baik yah, yaitu tentang tulus. Kebalikan dari modus. Tulus itu ketika seseorang berbuat sesuatu tanpa mengharapkan apa – apa, tanpa pamrih, atau dengan kata lain ikhlas melakukan sesuatu. Segala yang dilakukan oleh orang yang tulus berasal dari lubuk hatinya yang paling dalam tanpa basa basi dan langsung to the point.
Zaman sekarang ini sulit bingit menemukan orang yang benar – benar tulus kepada kita. Untuk menemukan orang yang tulus dengan kita mesti memiliki hati yang peka untuk mendeteksi mana yang tulus mana yang modus karena sesungguhnya ketulusan itu berasal dari hati maka perlulah hati sendiri yang dapat merasakan kehadirannya. Modus dan tulus jelaslah berbeda, ketika modus mengandalkan basa basinya yang ujung – ujungnya menginginkan sesuatu maka berbeda dengan tulus yang betul – betul yang secara langsung mengutarakan maksud hatinya tanpa mengharapkan apa – apa.
Di jejaring sosial, kita pun bisa menjumpai orang orang yang bersifat tulus. Misalnya, ada orang yang diajak chatting kurang basa basi dan langsung mengutarakan maksudnya. Postingan orang yang tulus disesuaikan dengan kepribadiaannya tanpa adanya pencitraan dan mengharapkan pujian. Setiap postingan bijak yang biasanya ia kirimkan tujuannya hanya untuk saling mengingatkan bukan untuk sanjungan. Bergitupula ketika dia membalas postingan orang lain penyampaiannya begitu santun dan ramah. Orang yang tulus tak pernah menggunakan ‘topeng’ untuk membuat dirinya semakin wah dan ingin dipuja.
Ketulusan dapat membuahkan kebahagiaan karena segala sesuatu yang kita lakukan bukanlah yang sengaja dibuat – buat melainkan datangnya dari hati dan berharap hanya dibalas oleh illahi. Biasakan diri untuk bersifat tulus, ikhlaskan hati untuk tak mengharapkan fulus. Ketika kita memberikan hal yang baik kepada orang lain yakinlah yang akan kembali pada diri kita adalah baik pula bahkan bisa lebih itu.
Berikut contoh orang yang tulus
:- Mengantarkan teman yang sakit walau ia sedang sibuk dengan tugas penting lainnya
Fakta 1
A: “John, gue lapar banget nih dan kebetulan lagi bokek bisa pinjam duit lo nggak? minggu depan gue ganti deh!”
B: “Yaelah bro, kenapa nggak bilang dari tadi, santai aja lagi, nih…” (sodorin ceppek)
A: “Thanks yo bro”(tanpa basa basi)
Fakta 2
A: “Ukh, alamat kamu dimana?”
B: “Untuk apa akh?”
A: “Saya mau datang ke rumahmu menghadap orang tuamu bawa keluargaku untuk melamarmu”
B: *seketika kaget*(tanpa basa basi)
Lelaki yang benar – benar tulus mencintai seorang perempuan tidaklah ia menunjukkan sifat yang pada akhirnya akan mengajak dia bermaksiat. Lelaki yang ingin membuktikan ketulusan cintanya tidak mesti diungkapkan kepada orang yang dicintainya tapi langsung menghadap kepada wali nya dengan maksud yang jelas dan tegas. Ketulusan cinta seseorang dapat dilihat dari caranya berbicara, caranya menatap dan caranya bersikap. Lisannya tak penah keluh ketika berucap, matanya begitu teduh ketika menatap dan sikapnya begitu santun ketika berbuat. Orang yang seperti ini perlulah kita balas ketulusan cintanya meski ia tak mengharapkannya.
Referensi : Buku #CintaItu @Manjaddawajadaa
Senin, 25 Agustus 2014
Doa dari perempuan biasa
Semoga malam ini kau juga terbangun,
mendirikan sholat malam, berdzikir, melantunkan ayat-ayat-Nya dan bermunajat
kepada-Nya. Memohon untuk kebaikanku, memohon agar aku selalu terjaga dalam
lindungan-Nya dan memohon agar hatiku dijauhkan dari gerogotan-gerogotan
penyakit hati. Karena kau tau, malam ini aku juga terbangun dan
mendoakan hal yang sama untukmu. Bahkan, bukan hanya malam ini, setiap malam
aku selalu memanjakanmu dengan doa-doa terindah dan semoga Allah
mengabulkannya, tak terkecuali.
Bagiku, penghujung malam adalah waktu
untuk bermesra dengan-Nya, menculik perhatiannya dan menceritakan semuanya.
Tentang permasalahan yang selalu menghimpit di dada dan aku ingin kau tau bahwa
diantara semua curhatan itu yang paling banyak menghabiskan waktu dan tangisku
yaitu curhatan tentangmu.
Mungkin, kau akan terharu jika nanti aku
ceritakan kata demi kata curhatanku itu bahkan mungkin kau akan meneteskan air
mata bahagia karena ada seseorang yang begitu mendambakanmu dan mengharapkanmu.
Kau akan tersanjung dan tersenyum malu kala kau tau itu… Aku yakin.
Aku adalah calon makmunmu di masa depan,
calon ibu dari anak-anakmu, dan calon pendampingmu dunia dan InsyaAllah
pendampingmu di akhirat kelak. Aku tak ingin menaruh harapan yang terlalu
tinggi akan sosokmu karena aku pun bukan sosok yang begitu sempurna. Banyak
kekurangan dan dosa-dosa masa lalu yang telah kulakukan. Terlalu banyak
noktah-noktah hitam yang tercoret dalam buku catatan keburukanku, membuat aku
malu jika nanti engkau bertanya padaku tentang masa laluku. Tapi besar
harapanku agar kiranya nanti kau menerima semua kekuranganku tanpa tanya dan
keluh.
Semangatku untuk menjadi wanita muslimah
yang utuh begitu besar, semangatku untuk berdakwah di jalan Allah begitu
tinggi dan aku selalu memantaskan diri untukmu karena Allah. Semoga itu cukup
untuk menyentuh hatimu di penghujung malam kala kita bersama-sama menengadahkan
tangan di waktu yang sama dan ditempat yang berbeda, saling memohon agar aku
dan kau tetap istiqomah di jalan-Nya.
Pada setiap penghujung malam, air mataku
selalu saja menetes tanpa sadar. Sajadah dan mukenahku menjadi saksi akan
tetesan air mata pengharapan itu dan semoga saja mereka tidak pernah bosan
menyaksikannya atau mungkin saja mereka tersentuh mendengar lantunan doaku yang
begitu syahdu dan sarat makna.
Jika saat ini, aku mencintai orang lain,
yakinlah bahwa cintaku itu tidaklah begitu besar atau bahkan hanyalah sebuah
ilusi cinta yang begitu mudah untuk dilupakan. Percayalah, bahwa cintaku
untukmu akan kuletakkan setelah cintaku pada Allah SWT dan Rasulullah, lalu untuk orang tuaku.
Kau akan menjadi prioritas setelah Allah dan Rasulullah SAW, jadi tidak usah khawatir akan
cinta dan kepatuhanku padamu. Doakan saja, semoga aku selalu istiqomah di
jalan-Nya.
Menjadi istri tidaklah mudah, kadang aku takut jika dalam rumah tangga, aku mengecewakanmu dengan sangat.
Membuatmu marah akan kata-kataku, membuatmu ragu akan kebimbanganku dan apakah
aku mampu membantumu melahirkan generasi-generasi hebat. Semua ketakutan itu
aku adukan pada Allah SWT dipenghujung malam dan semoga Allah memberiku
kekuatan untuk mengemban amanah sebagai istrimu, kelak InsyaAllah.
Manusia dipasang-pasangkan oleh Allah
untuk saling melengkapi, saling menopang dan saling menjaga. Semoga kau bisa
menjagaku dengan sebaik-baik penjagaanmu, bisa menopangku dengan seaik-baik
pertahananmu dan melengkapi kekuranganku dengan sebaik-baik kelebihanmu. Dan
begitupun untukmu dari sebaik-baik kemampuanku..
Menikmati Senja Sembari Merindu
Hari ini aku memerhatikan senja. Indahnya
senja mulai terpancar, menerawang jauh hingga hati pun ikut berwarna. Aku tau
ini ciptaan-Nya dan aku mengaguminya. Semburat cahaya membias merah, tersenyum
menawan mengulur cinta. Senja cerah jatuh di pantai, nan indah. Sebilah harap
ada di sudut sana, berharap kasih datang menjemput indah di sanubari. Mereguk
persoalan di cekung-cekung hati, menyapu bersih masalah yang terhempit di dada.
Keindahan senja itu
mengingatkanku pada keindahan rindu yang ku asuh sejak jauh hari untukmu. Sore
itu aku benar-benar menikmati senja sembari merindu. Mungkin terlalu cepat jika
kukatakan sekarang bahwa aku merindukanmu "jodoh" tapi rasa ini tak bisa
kupungkiri tiap kali aku melihat senja. Apakah aku merindukan orang yang masih
abstrak adanya?
Rindu ini tak tercipta begitu saja,
rindu ini bak pucuk keindahan yang selalu menggumamkan gema kesyahduan mimpi akan hadirmu. Mungkin tak sedikit orang yang merindukan
jodohnya dengan serius, tak banyak orang yang membingkai rindunya dengan
bingkai yang semestinya tapi percayalah rindu ini tak
terjamah dengan nafsu. Pelampiasan rindu ada dalam doa yang selalu
terlantunkan atau kadang aku jadi penikmat senja kala rindu itu menyapa.
Memintal rindu seiring berlalunya senja, hingga pintalan itu akan menjadi sebuah wujud kasih sayang. Kasih sayang yang patut disanjung dan diasuh kala kerinduan ini menemukan muaranya. Muara dalam bentuk pernikahan yang bermakna sebuah kebahagian utuh. kebahagian yang selalu dirindukan bagi penikmat senja yang menunggu senja-senja berikutnya.
Menjadi penikmat senja tak mudah dan juga tak terlalu sulit, hanya butuh kesabaran yang tak semua orang memilikinya. Mengikhlaskan senja berlalu dihari itu dengan masing-masing kenangannya, lalu menunggu senja dilain hari, dengan harapan senjanya akan tetap seindah senja sebelumnya. Menikmati senja sembari merindu..
Untuk Islam-ku dan Indonesia-ku
Ini bukan bualan tentang mimpi ataupun cita-cita tapi ini tentang harapan nyata tentang cita-cita. Cita-cita yang sangat sederhana meski meraihnya harus melalui proses yang tidak sederhana. Bagaimana bisa menari-nari indah dibumi pertiwi yang kian hari semakin memprihatinkan ini? Aku sebagai salah satu anak bangsa, tak jarang menangis sembunyi-sembunyi melihat kelakuan para pedebah moral dan pengkhianat etika. Bagaimana bisa, kita hanya melihat tontonan gratisan yang begitu dramatis, sepertinya naluri kita kian hari semakin terkikis. Aku bukan anak bangsa yang baik, tapi setidaknya aku memikirkan nasib bangsa yang miskin akhlak. Agamanya terhempas begitu saja, demi kekayaan. Tidakkah ada yang peduli, hai kalian yang masih berhati baik??
Pelecahan seksual dimana-dimana, bahkan yang menjadi korban adalah anak-anak yang notabenenya sebagai generasi emas penerus bangsa. Para pejabat-pejabat yang duduk manis dikursi cantik, bagaimana bisa kalian mempertaruhkan nasib rakyatmu hanya demi uang?? Tidakkah kalian peduli kepada rakyat jelata, yang tiap harinya belum tentu bisa makan dan tidur yang nyenyak. Dimana sosok pemimpin yang adil? Apakah masih tersembunyi dibalik celah jendela kekuasaan? Entahlah..
Bagaimana bisa, aku bisa hidup tenang sementara Islam masih belum diprioritaskan dinegeriku ini. kepekaan kian berkurang, hanya segelintir orang yang memberi cahaya untuk umat. Apakah kalian malu memperlihatkan identitas keislaman kalian didepan banyak orang?? Apakah kalian takut dikatakan teroris atau ketinggalan zaman karena pakaian kalian beda dengan yang lain? Justru, disitulah letak kelebihan kita sebagai umat islam yang taat.
Lakukan yang terbaik untuk agama dan negeri kita, meski hal kecil sekalipun. Jangan pernah memandang remeh tentang pengorbanan, karena sekecil apapun pengorbanan itu tentu akan menuai hasil. Bangun sendi-sendi kehidupan islam disemua ranah kehidupan kita, bangun kebermanfaatan diri untuk orang lain. Bantu pemerintah kita untuk memajukan Pendidikan, perekonomian, dan kesehatan yang berbasis Islam. Sentuh hati mereka dengan sikap, bukan dengan bualan omongkosong ditengah jalan. Untuk agama dan negeriku, aku masih terseok-seok untuk mewujudkanmu menjadi Jaya, tertatih namun takkan pernah berhenti berjuang..
Sabtu, 23 Agustus 2014
Tulus apa modus...
Modus.. Kata yang sangat menarik untuk dijadikan pokok pembahasan
dalam dunia para jombloers. Kok bisa menarik? Kata simple tersebut sangat
popular dikalangan jombloers, banyak yang tau arti dari tulus dan modus tetapi
masih banyak ikhwan yang bertindak modus dan kebalikannya masih banyak akhwat
yang mudah dimodusi. Sebenarnya, ikhwan
modus itu tau bahwa yang dilakukannya adalah perbuatan yang tidak seharusnya
dilakukan oleh para ikhwan yang sebenarnya tapi karena nafsunya masih sangat besar memenuhi ikhwan tersebut makan mereka
cenderung melakukan yang jauh dari syariat-Nya. Sangat berbeda dengan ikhwan
tulus, mereka meletakkan imannya pada semua tingkah lakunya, jadi semua yang
dilakukan berdasarkan perintah-Nya.
Pernah tidak tertipu dengan para penebar
modus? Sudah dijanji untuk dilamar eh ditunggu-tunggu malah tak kunjung datang.
Si akhwat sudah menaruh harapan kepada si ikhwan tapi ternyata harapan itu
malah harapan kosong. Tak ada pembuktian apapun dari janji-janjinya semuanya
janji palsu. Disangka tulus eh ternyata
modus, disangka serius eh ternyata penuh jambu (Janji-Janji busuk).
Sudah banyak akhwat yang terjurumus
dengan gombalan-gombalan murahan. Gombalan tersebut bak pisang penyot yang
diobral dipinggir jalan, dijual murah dan hanya disentuh oleh orang-orang yang
tak punya pilihan lain. Akhwat yang mudah dimodusi perlu membentengi diirnya
dengan ilmu dan pada bab ini akan membahas tentang jurus jitu menghadapi
moduser.
Saya mencintaimu ukhti dan ingin
melamarmu? Seperti itulah terkadang kailmat yang diucapkan oleh para ikhwan.
Perhatikan dulu, apakah ikhwan tersebut tulus atau modus. Jangan sampai dikira
tulus eh ternyata modus. Makanya harus diperhatikan dulu, ciri-ciri ikhwan yang
modus dan tulus.
Rindu Tak Sedangkal Mengingat
Rindu tak sedangkal
mengingat, karena rindu menghadirkan kenangan-kenangan yang bisa dijadikan
motivasi untuk hidup yang lebih baik. Ketika rindu diletakkan pada posisi
positif maka akan menghadirkan manfaat bagi para perindu. Manfaatnya tentu saja
tak bisa didapatkan oleh orang-orang yang hanya bisa merindu dengan nafsu.
Pelampiasan rindu tentunya tidak disertai dengan nafsu belaka melainkan
disertai dengan hati, perasaan dan doa.
Rindu tak
sedangkal mengingat layaknya cinta tak sedangkal ilusi cinta. Orang yang
mengingat termasuk kategori merindu namun rindunya masih dangkal. Ketika kita
mengingat namun disertai dengan tindak positif, misalnya ketika kita merindukan
seseorang lalu mendoakan orang itu dengan sebaik-baik doa dan melampiaskan
kerinduan itu hanya pada-Nya, tidak mengumbar rindu maka rindu itu termasuk
rindu yang positif karena kita mampu mengelolanya dengan baik. Namun ada juga
rindu yang negatif yaitu mengingat yang disertai pelampiasan secara langsung
kepada orang yang dirindui, mengatakan langsung kepada orang tersebut sementara
status masih belum halal maka rindu tersebut bisa menjerumuskan kita pada hawa
nafsu sendiri, menjerumuskan kita pada kubangan dosa.
Definisi
rindu sangat luas, tidak hanya diperuntukan kepada lawan jenis namun kepada
Sesuatu yang bisa menghadirkan rindu. Namun, yang acapkali perlu dipelajari
lebih dalam lagi yaitu rindu kepada lawan jenis karena jenis rindu ini bisa
menipu si pemilik rindu itu sendiri. Dengan dalih merindu maka ikhwan dan
akhwat yang belum halal bertemu, mengutarakan rindunya dengan kalimat-kalimat
romantis padahal hal tersebut belum bisa dilakukan.
Hidup
adalah pilihan. Setiap orang berhak memilih baik atau buruk untuk diterapkan
dalam kehidupannya. Termasuk memilih ingin jadi perindu positif, perindu
negative atau hanya menjadi perindu yang dangkal. Kendalikan hawa nafsu kita,
letakkan iman di atas hawa nafsu maka semua yang kita lakukan akan terarah
sesuai dengan syariat-Nya. Ketika tiba
saatnya kita merasakan rindu, maka jangan jadi perindu yang dangkal yang hanya
sekedar mengingat saja. Arahkan ingatan itu, pintal ingatan itu hingga menjadi
kekuatan rindu yang maha dahsyat yang bisa menyentuh hati orang yang kita
rindukan dengan doa yang terlantunkan.
MAAF !!!
Maaf bila ternyata, aku tak dapat menghentikan lisan ini saat memanjatkan doa
kepadaNya.
Maaf, jika namamu selalu saja kusebut dalam doaku tanpa
sepengetahuanmu
Maaf, jika aku terlalu lancang mengingatmu diam-diam
Sungguh, aku tak tau apakah ini anugrah atau ujian buatku
Untuk anda yang begitu kuhormati
Beribu maaf kuucupkan, jika rasa ini menganggumu
Tapi tenang saja, dengan izin Allah aku mencoba agar rasa ini tak terdengar
olehmu
Jujur, aku takut jika kau mengira bahwa aku perempuan yang mudah jatuh cinta.
Asalkan anda tau bahwa ini adalah kali pertama aku mencinta
semenjak beberapa tahun yang lalu,
Aku mengenalmu tak begitu lama, justru perkenalan yang
sangat singkat
Akupun tak pernah mengira jika aku benar-benar memiliki rasa untukmu, untuk waktu yang sesingkat itu
Dan lagi maaf..
Rasa-rasanya aku begitu bodoh, kan??
Menyukaimu terlebih dahulu dan sampai sekarang aku tak tau
apakah kau masih mengingatku
Setidaknya, mengingatku sebagai seseorang yang pernah kau
kenal.
Aku begitu cepat membawa namamu dalam doaku..
Aku terlalu lancang untuk itu.
Syukurnya, saat aku mulai menyukaimu, kecintaanku kepadaNya
semakin bertambah
Bukankah itu hikmah dari rasa yang diam-diam ini?
Semoga…
Untuk anda yang tak begitu kukenal..
Kau berhasil mengalahkan pertahanan yang telah lama
terbangun
Menghancurkannya bagai debu, tanpa kau sadari.
Kau tak begitu menarik, kata orang-orang kau sangat dingin.
Dan sepertinya, memang begitu kau adanya.
Tapi, kau berbeda dari sebagian banyak orang yang kukenal. Sungguh…
Tenang saja, rasa ini takkan kuasuh terlalu lama
Aku akan membiarkannya lepas seiring debu-debu itu
berterbangan
Aku tak ingin mencintai seseorang terlalu dalam
Apalagi untuk seseorang yang belum halal bagiku.
Maaf karena ternyata perkenalan kita menuai rasa meski
dipihakku saja
Sekali lagi..
Maaf karena telah lancang menyukaimu diam-diam
Kamis, 10 Juli 2014
Kaos kaki.. Penting???
Kelihatannya hal sepeleh, hanya sebatas "Pelindung kaki'. Bagi wanita, kaki adalah bagian dari aurat yang harus ditutupi seperti halnya rambut dan anggota badan lain yang termasuk aurat. Tapi, masih banyak yang menyepelehkannya dan tak terkecuali saya. Jika keluar rumah, mungkin kaos kaki tidak pernah ditanggalkan, selalu dipake tapi terkadang dilepas jika di dalam rumah meski ada tamu yang bukan mahram kita. Kenapa demikian?? Salah satu penyebabnya yaitu karena pake kaos kaki di dalam rumah itu 'ribet'.
Saya ingat cerita teman mengenai 'kaos kaki'. Pernah ada ikhwan menikahi seorang akhwat karena melihat teguhnya akhwat ini mempertahankan kaos kakinya, kaos kakinya tidak pernah dilepas sekalipun meski harus melewati lumpur. Karena keteguhan si akhwat menjaga auratnya, yang sebagian besar akhwat menganggap remeh masalah kaos kaki tapi akhwat yang satu ini tetap istiqomah menjaga auratnya dalam keadaan apapun. Subhanallah...
Tepat hari ini saya seperti ditampar berulang kali oleh salah satu Dispaly Picture teman di BBM. Saya seperti wanita yang sangat jauh dari kategori muslimah, masih seenaknya menanggalkan kaos kaki di depan yang bukan mahram. Saya selalu mencari-cari alasan pembenaran akan kesalahan saya, namun saya lupa bahwa ini disebabkan karena kadar iman yang semakin menipis. Ampuni hamba Ya Allah...
Bulan ini tepat setahun saya berhijrah meski belum sepenuhnya utuh. Tapi saya selalu mecoba untuk selalu berubah ke arah yang lebih baik lagi. Besar keinginan untuk menjadi muslimah seutuhnya.. Yang senantiasa membawa kebaikan bagi semua orang. Aamiin
Senin, 07 Juli 2014
Paragraf 5
Saat kehidupan yang kita jalani mulai berada di titik paling bawah, dunia dijunjung dan akhirat ditapikkan. Bagai hidup dalam kegelapan, namun sejatinya tdk demikian. Masa bodoh dengan syariat-Nya, melakukan sesuatu dgn sesuka hati tanpa peduli apakah "baik" atau "buruk" apakah "benar" atau "salah". Maka, yg kita butuhkan yaitu cahaya "IMAN". Tak ada sebaik-baik cahaya selain cahaya iman dari-Nya. Bagaimana jadinya, jika kita hidup di dunia ini tanpa iman dalam hati, walau sekecil biji zarrah sekalipun??
Kamu adalah kamu
Kamu adalah kamu..
Seberapa besar usaha untuk menjadi orang lain takkan bisa mengubah 'kamu' karena kamu akan tetap menjadi kamu. Tak perlu lah iri dengan kesuksesan orang lain karena setiap orang memiliki titik pncapaian kesuksesan yang berbeda-beda. Setiap orang sudah diberikan jatah rejeki oleh Allah. Tak perlu khwatir selama kita berusaha dan berdoa, Allah pasti akan memberikan kita yang terbaik menurut-Nya. Nikmati dan jalani hidupmu, bolehlah kita sesekali menengok orang lain tapi dengan itu bisa membawa hal positif untuk hidup kita.
Sekelumit Cerita Kami ~SDT Sidrap~
25 April2014
Pengumuman enumerator SDT
Litbangkes Kemenkes RI, awalnya deg-degan tentunya. Tepat kubuka link
pengumumannya, pelan-pelan kupencet gulir bawah di keyboard laptopku,
pandanganku tak pernah lepas dari monitor laptopku, (satu.. dua.. tiga.. ) dan
akhirnya namaku pun terlihat “Harna” nama yang sangat singkat tapi bermakna.
Alhamdulillah.. ucapku dengan wajah berseri-seri.
Tak hanya sampai disitu saja, namaku terpampang sebagai
enumerator di kabupaten Sidrap. Kota yang seringkali kudengar dari teman-teman
yang asalnya dari sana dan pernah sekali kesana waktu pernikahan temanku dan
itu dulu. Pengetahuanku tentang kota ini sangat minim, lalu apa yang harus
kulakukan disana?? Tetiba pertanyaan itu, melanglangbuana di pikiranku. Heiiii
harna “bangunn”..
“Sigit Angriawan
“Suryani Mansur
“Indasari
Mereka teman timku selama kegiatan SDT dilaksanakan di kab.
Sidrap. Tak ada yang kukenal dekat,
hanya kak sigit yang kukenal sebagai senior
di kampus, sebatas itu. Sepertinya, saya harus mengeluarkan jurus “Sok
kenal Sok Dekat” dengan mereka.
Untungnya, sekarang saya bukan orang yang susah bersahabat dengan orang
lain.
9 Mei 2014…
Tepat Hari ini pelatihan enumerator dimulai, saya harus sok
kenal dan sok dekat dengan banyak orang, rasa-rasanya itu bukan hal yang sulit.
Hal pertama yang harus dilakukan yaitu pre-test tapi sebelum itu ada pembagian
kamar dari panitia. Dan ternyata, saya sekamar dengan salah satu rekan tim saya
yaitu kakak Suryani, yang disapa dengan kak ani. “Hy.. kakak ani, nama saya harna” dan saya
mengeluarkan muka termanis (lagi).
Selama 10 hari pelatihan di hotel, banyak pengalaman, teman, ilmu dan
pelajaran.
Inilah kami enum kelas C.. Kompak, kece dan seru bingits Dengan koster-koster yang gokil.
Koster kami tuh yang paling kanan, namanya pak Rudi. Orangnya gokil dan paling seru diajak ngobrol, hobinya paparazi enumerator. hehe
20 Mei – 20 Juni 2014
Kami berangkat menuju kabupaten Sidrap, dengan amanah yang
ditaruh dimasing-masing pundak kami. Kami siap melaksanakan tugas dengan
sebaik-baiknya dan tentunya dengan ikhtiar maksimal dari kami.
Kak Ani, kak Indah dan Kak Sigit. Hmm… dan ternyata saya
paling bungsu dan paling imut. Hehehe, meski hanya beda 10 bulan dengan kak
indah sih. Tapi tak apalah, saya suka jadi adik bungsu, punya banyak kakak.
Pertama-tama saya akan memperkenalkan kakak-kakak terbaikku
selama disana..
Kak Ani..
“Kak ani mengajar di Unpar (univ. pare-pare),
beliau senior saya tapi tepat beliau lulus S1, saya baru menginjakkan kaki untuk
pertama kalinya di Unhas. Saya tak
pernah melihat beliau di kampus, saking seniornya (hehhe.. piss) untung saya
tdk panggil leluhur. Orangnya, terkadang tidak suka menunda-nunda pekerjaan, kalau
masalah uang saya serahkan ke beliau. Kalau lagi sibuk-sibuknya mengedit,
beliau harus tidur dulu meski hanya 10 menit, beliau akan terbangun dan
melanjutkan kerjaannya kembali. Hmm..
banyak pelajaran yang saya curi dari beliau meski terkadang terjadi perbedaan
pendapat dengan beliau. Perbedaan itu indah kakak.. hehehe.”
Kak Indah..
“Kak indah, alumni poltekes. Orangnya easy going banget,
ceria dan hobi tertawa. Melakukan segalanya dengan santai tapi kerja tetap jalan,
orangnya tak banyak pusing dan banyak hal yang ditulari ke saya termasuk cara menghadapi hidup. Orangnya mengalir
meski banyak bicara alias cerewet tapi bagi saya itu tak jadi masalah. Hmm..
jika masa-masa seriusnya datang untuk mengedit, maka dia tidak boleh diganggu,
jika diganggu maka kerjaannya pasti tertunda. Orang yang paling sering menemani saya ketawa, meski hal-hal kecil sekalipun. Semuanya akan menjadi lucu, jika
bersama kak indah.”
Kak sigit..
“Sebenarnya, kakak yang satu ini bukan orang yang baru
kukenal, beliau seniorku di kampus tapi hanya sebatas senior dan junior saja,
tak pernah banyak ngobrol dengan beliau. Sekilas, perawakannya serius, tidak
banyak becanda, bijak dan religious. Setelah berhari-hari dengan beliau, maka
saya menarik kesimpulan bahwa kakak yang satu ini orangnya tidak serius-serius
amat, suka becanda meski candaannya garing sih (hehhe). Orangnya, tidak suka
marah meski kami-kami sebagai anggotanya kerja santai ataupun lebih banyak
becanda dibanding bekerja. Heii kak..
Marah sedikit kenapee. Hhehe”
Ada hal yang membuat kami sedih dan ada hal yang membuat kami tertawa, semuanya menjadi satu.
--------
Di daerah pertama, kami masih seperti tertatih untuk pengumpulan data. Maklum kami baru belajar..
Pengumpulan data di daerah kedua takkan terlupakan tekhusus untuk saya pribadi. Di daerah ini, kami harus beradaptsi dengan bau tai ayam yang sempat membuat sya pening hingga muntah. hehehe
---------
Hal yang paling berkesan pengumpulan data pada daerah 3 dan 4 yaitu anjing. Sumpah... anjingnya tidak main-main, benar-benar menganggu proses kegiatan kami. Sampai-sampai kami memanggil anjing dengan sebutan 'mas bro' hehehe
Dengan bangga kami mengenakan atribut SDT, mulai dari rompi, tas topi dan payung. Yuhuuuu...
Selasa, 27 Mei 2014
Peluk Rindu "'Ayah"
Masih kah kita enggan untuk berhijab? Padahal yang menanggung dosa-dosa kita adalah ayah kita sendiri. Sosok laki-laki yang sangat kita cintai, bukan? Sanggupkah kita melihat orang terkasih disiksa karena tingkah kita... Sadarlah dan bangun dari tipu daya setan yang berkedok kenikmatan duniawi semata. Lagipula. tak ada rugiya jika kita berhijab justru sangat bermanfaat untuk diri sendiri. Kendalikan nafsumu, jangan sampai nafsu yang mengendalikan kita.
Peluk Rindu untukmu AYAH...
Senin, 05 Mei 2014
Apalah Lagi
Apalah lagi gunanya hati
Jika tak mampu merasa
Jika tak mampu ber-empati
Jika tak memiliki kepekaan
Jika hanya mampu membenci
Apalah lagi gunanya tangan
Jika tapaknya terikat angkuh
Jika tak mampu memberi
Jika hanya mampu menyuap diri sendiri
Jika tak mampu menengadah memohon ridho-Nya
Apalah lagi gunanya lisan
Jika hanya mampu menyakitii insan
Jika tak bertutur dengan baik
Jika hanya selalu membicarakan aib
Jika hanya mampu mencercah dan memaki
Apalah lagi gunanya telinga
Jika hanya mampu mendengar aib
Jika tak mampu menyimpan nasihat
Jika acuh mendengar kebaikan
Apalah Lagi gunanya wajah
Jika hanya jadi penarik syahwat
Jika hanya dipoles dengan make up
Jika hanya jadi pajangan
Apalah lagi gunanya Mata
Jika hanya mampu melihat tindak haram
Jika hanya mampu melirik licik
Jika tak mampu bertahan lama membaca kitab Suci
Apalah lagi gunanya kaki
Jika hanya mampu melangkah jauh dari syariat-Nya
Jika tak mampu berdiri mendirikan sholat
Jika tak mampu melangkah ke majelis ilmu
Jika tak mampu melangkah ke mesjid
Apalah lagi gunanya semua anggota badan
Jika tak digunakan untuk menyembah Allah
Jika tak mampu berucap syukur
Jika hanya mampu berlagak sombong
Surat “Hari Ini Aku Mengingatmu [Lagi]”
Assalamu’alaikum
wr.wb.
Dear jodohku…
Awal surat ini, aku ingin
menanyakan kabarmu.
Apakah kau baik-baik saja? Semoga
Allah SWT senantiasa melimpahkan nikmat kesehatan untukmu. Menjauhkanmu dari
keruhnya hati dan jiwa dan mendekatkanmu pada nikmatnya iman dan takwa. Semoga
Allah SWT tak pernah bosan memberimu semangat tuk melangkahkan kaki menuju
arahku dan semoga Allah SWT memberimu pertolongan dalam pencarianmu mencariku.
Kau tau, hari ini aku mengingatmu
meskipun sebenarnya bukan hanya hari ini ingatan itu muncul. Akhir-akhir ini
hampir setiap hari aku mengingatmu. Mungkin keinginanku berjumpa denganmu
semakin membuncah, meski terkadang sesekali aku hentikan ingatanku tentangmu
dan melanjutkan kesibukan-kesibukanku tapi tak jarang ingatan itu menyelinap ;tanpa permisi dan
menganggu kesibukanku. Bahkan terkadang, ingatan itu menjadi kesibukanku
sendiri. Ingatan itu seakan punya dunia sendiri, menari-nari dalam ruang hampa
dan gelap. Membuat cerita sendiri bahwa dirimu seperti ini dan itu. Kadang, aku
tak dapat mencegahnya karena jujur aku menikmati ingatan itu. Ingatan yang
sejatinya bukan ingatan, tapi lebih kepada mimpi.
Kenapa hari ini aku mengingatmu
dengan sangat karena aku mengingat bahwa pernah suatu malam aku memimpikanmu hadir dalam alam mimpiku. Kau
datang dengan begitu rapi dan mengenakan peci, layaknya pangeran berpeci. Jujur,
sebenarnya aku tak begitu yakin jika itu kau..
--------------
Begitu banyak
anugrah yang diberikan Allah SWT untukku, masih memberiku ketabahan dan
kekuatan untuk menantimu meski terkadang aku merengek pada-Nya agar dia
mengetuk hatimu untuk segera menjemputku disini. Aku seperti anak kecil yang
masih polos dan lugu.. kadang aku tertawa-tawa kecil jika mengingat usahaku
menantimu. Keinginanku memang sangat besar akan kehadiranmu tapi keyakinanku
akan skenario-Nya untukku jauh lebih besar.
Aku percaya pada ketetapan Allah SWT
Jika hari ini aku hanya bisa
mengingatmu ‘jodohku’, insyaAllah jika waktunya tiba aku bisa bersamamu.
Bersama menciptakan mimpi, membangun istana kecil di dunia dan akan menjadi
istana besar di surga nanti, InsyaAllah.
Hari ini aku bercakap
banyak tentang jodoh, membungkusnya menjadi cerita indah dan akan kuabadikan
hingga kita dipertemukan oleh-Nya. Buanglah kebimbanganmu, jika di dunia ini
kita belum dipertemukan, semoga Allah sudi mempertemukan kita di akhirat. Tapi
alangkah bahagianya jika kita dipertemukan di dunia dan di akhirat. Aamiin
Allahumma Aamiin
Waalaikumsalam wr.wb.
Salam Rindu
Sekelumit Cerita (Fadillah Sholat Tahajjud)
Sembah sujud kepada-Mu sang pemilik hati
Membolak-balikan hati setiap insan, menerangi jiwa
setiap makhluk yang dikehendaki dan menggelapkan jiwa yang dikehendaki pula.
Sebuah kesyukuran yang tak terhingga, selalu
kupanjatkan Untuk-Mu
Dzikir untuk-Mu dan Kekasih-Mu baginda Rasulullah SAW.
Anugrah, nikmat dan Hidayah yang senantiasa Engkau
berikan di setiap hamba-Mu yang bersyukur. Maka tak henti-hentinya saya
bersyukur, memuji keagungan-Mu, ciptaan-Mu yang Sungguh tiada
tandingan-Nya.Engkau memberikan hidayah kepada hamba dengan cara yang tak
disangka-sangka.
Seperti halnya saya, manusia dengan keterbiasaan dan
ketidaksempurnaan. Saya tau itu dan sepenuh menyadarinya. Tersadar bahwa level
hidupku tak pernah meningkat, begitu saja setiap menit, hari, bulan bahkan
setiap tahun tak ada perubahan. Tak ada yang kudapat apapun, walau setitik
kebahagian.
Saya ingin berubah menjadi lebih baik, menjadi hamba
seperti yang Engkau inginkan. Melaksanakan semua titah-Mu, tanpa melewatkan
sedikitpun. Saya butuh setangkup semangat, lalu dengan cara apa saya memperoleh
suntikan semangat itu.
Teringat perkataan murobbiku beberapa bulan lalu, “Jika hatimu dirundung masalah dan engkau
tidak menemukan solusi dari masalah itu dengan caramu sendiri, maka mintalah
kepada Allah, berdoalah disepertiga malam karena pada malam itu Allah akan
mengabulkan doa orang-orang yang berdoa dengan khusyuk”
Tanpa berpikir panjang, malam itu langsung saya
mengambil air wudhu meninggalkan dekapan malam, kemudian mendirikan sholat
tahajjud dengan harapan Allah mengabulkan semua pintsaya malam itu.
“Ya Allah, dekatkanlah saya dengan orang-orang yang engkau ridhoi dan
jauhkanlah saya dari golongan orang-orang yang kafir”
Esok harinya, semangat saya seperti terisi full
kembali dan mulai dari situ keajaiban-keajaiban mulai terjadi. Masih teringat
jelas, paginya tiba-tiba ada BBM yang masuk dan orang itu mengajak saya bergabung di salah satu yayasan sosial
yang terkenal di Indonesia dan kebetulan cabangnya ada di makassar. Saya
bertanya dalam hati, “Loh, kok kontak
orang ini ada di hp saya dan dia siapa?”
Ternyata, yang menginvite orang itu adalah teman saya
dari beberapa bulan lalu dan beliau adalah Pimpinan yayasan sosial di makassar.
Dengan penuh keberanian dan kepercayaan diri saya langsung menuju kantor beliau
dan alhamdulillah disana tempat berkumpulnya orang-orang yang memiliki
integritas yang tinggi untuk dakwah. Saya merasa belum pantas berada ditempat
seperti ini. Ya Allah apakah ini jawaban doa yang tadi malam saya lantunkan?
Allahu Akbar
Dari sinilah awal perubahan saya, mulai dari yang cuek
dengan dakwah dan kemudian menjadi semangat mengikuti dakwah di jalan Allah.
Yang awalnya hanya mengenakan kerudung yang saya selempangkan kanan dan kiri,
tidak sesuai dengan ajaran-Nya dan kemudian berubah mengenakan hijab syar’i
seperti yang termaktub dalam Al-Qur’an.
Mulai dari sekelumit keajaiban tersebut, saya mulai
yakin akan fadillah sholat tahajjud. Benar-benar yakin.. Setelah kejadian
tersebut saya mulai berkomitmen untuk terus rutin mendirikan shalat tahajjud .
Dan bukan hanya itu keajaiban sholat tahajjud yang saya alami, ada beberapa
kejadian yang menurutku itu sangat ajaib di luar nalarku.
-------------------
Setelah bergabung dengan yayasan tersebut, hari-hari
saya terasa sangat produktif meski lelah terkadang menggerogoti badan namun hal
itu tidak menghentikan langkahku untuk terus mengukir prestasi di jalan
dakwah-Mu. Namun, saya memilih untuk fokus melanjutkan skripsi saya yang pernah
terpending karena fokus di yayasan sosial tersebut.
Lokasi penelitian saya yang terbilang jauh yaitu di
desa Bonea Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara, tidak menciutkan semangat saya
untuk menyelesaikan skripsi saya. Berangkat
ke Muna dengan uang secukupnya saja karena saya malu meminta uang lebih kepada
orang tua saya, takut memberatkan mereka. Sebelum menuju kota Muna, saya
transit di Bau-bau dan menginap semalam di rumah keluarga teman saya.
Malam itu kembali saya mendirikan sholat tahajjud yang
sudah rutin saya kerjakan semenjak perubahan dalam diriku terjadi. Tapi kali
ini saya berdoa dengan sungguh-sungguh dan menyandarkan semua urusanku
kepada-Nya
“Ya Allah lancarkanlah segala urusanku di kota ini dan mudahkanlah
penelitianku tanpa memberikan beban yang saya tidak bisa menjalankannya.
Aamiin”
Usai sholat subuh, saya mulai mempersiapkan diri untuk
menyebrang di kota Muna karena pada saat itu kapalnya berangkat pukul 07.00.
Tiba-tiba pemilik rumah mengetuk pintu dan mempersilahkan saya untuk sarapan.
Setelah berbincang-bincang, ternyata ayah dari teman saya memiliki sebuah
STIKES dan beliau adalah owner dari yayasan tersebut.
Kemudian beliau bertanya tentang penelitianku, lalu saya
menjelaskan dengan detail kepada beliau. Lalu beliau berkata dengan logat, “Saya punya dosen di STIKES saya dan dia
berasal dari desa tempat penelitianmu itu. Nanti saya kasih tau ke dia, untuk
menemanimu selama berada disana dan dia seorang wanita jadi tidak usah
khawatir”
Tiba-tiba beliau menelpon dosen tersebut. Tak lama kemudian
dosen muda tersebut datang dan bersedia menemani saya ke Muna dan ditemani
beberapa orang lagi.
Kemudian Ayah teman saya itu menjulurkan kunci mobil
kepada salah seorang yang tinggal di rumah beliau dan berkata “Temani mereka dan ini uang pembeli bensin
dan kebutuhanmu selama disana”
Ya Allah saya merasa orang yang paling beruntung pada
saat itu, semuanya di mudahkan dengan perantara Ayah teman saya. Subhanallah...
Kejaiban tak hanya sampai disitu, sesampai di lokasi
penelitian saya. Ternyata semuanya tidak seperti yang saya takutkan selama ini.
Ternyata, masyarakat disana sangat menyambut dengan baik kedatangan kami dan
tokoh masyarakat disana merasa tersanjung karena desanya terpilih untuk kami
datangi. Dan salah satu dari mereka, mengajak kami menginap di rumahnya dengan
senang hati. Penlitianku hanya berjalan selama 6 hari dengan dukungan masyarakat
disana, yang sebelumnya perkiraan saya minimal 2 minggu. Puji syukur selalu
kupanjatkan atas kehadirat-Mu. Semuanya terjadi karena-MU dan dengan doa-doa
yang kupanjatkan setiap malam.
Itulah sekelumit kisah keajaiban yang pernah saya alami.
Jika kita sudah membuktikan fadhilah/keutamaan shalat ahajjud, pasti akan
menambah keyakinan kita sehingga sampai pada level haqul yakin (Merasakan sendiri). Dan keimanan kita pasti akan
meningkat.
Jumat, 02 Mei 2014
Hati yang Lembut
Hati yang selalu dibaluti kelembutan
Bahwa ada cahaya dibalik relung yang tak terlihat kasat mata
Tak ada nista dibalik ucapan kata demi kata
Kejujuran dijunjung
Kebohongan diurungkan
Hati yang selalu dibaluti kelembutan
Indahnya tak hanya difisik
Raganya tak butuh dipoles
Karena keindahan terletak pada hatinya
Hati yang selalu dibaluti kelembutan
Ada kekuatan dibalik kelembutan
Tak ada ucap kasar dibalik amarah
Bahkan menyulap amarah jadi cinta
karena kelembutnnya...
Hati yang selalu dibaluti kelembutan
adalah hati yang tak pernah membenci
Hati yang tak pernah mencaci
Hati yang tak pernah mencercah
dan hati yang selalu berusaha untuk menjadi suci
Ia adalah hati yang lembut
Hati yang selalu dibaluti kelembutan
Selalu menaruh hormat pada setiap insan
Memiliki empati yang sangat tinggi
Menolong tanpa pamrih
Ialah hati yang lembut
Sepasang Sandal
Dimalam yang larut, di dalam sebuah rumah sederhana yang luasnya tak seberapa, seorang istri sedang menunggu kepulangan suaminya. Malam itu telah sangat larut. Memang tak seperti hari-hari biasanya, mlam itu suaminya begitu banyak aktivitas yang harus diselesaikannya.
Sang istri terus menunggu dalam kebingungan. Kantuk dan letih berulang kali hinggap, tetapi tak terlintas sedikitpun dalam benaknya untuk segera tidur. Ia ingin menunggu suaminya hingga datang. Dengn setia ia ingin tetap menunggu. Namun kantuk dan lelah tak bisa lagi diajak kompromi. Sedang suami tak kunjung hadir.
Tak lama, seorang lelaki berjalan dengan cepat munuju rumahnya. lelaki itu adalah suami wanita tersebut. Sesampainya di depan rumah, ia terlihat sangat lelah karena aktivitasnya yang sudah berlebihan seharian ini. ketika nhendak mengetuk pintu rumah, sang suami lantas berpikir "Malam sudah sangat larut, mungkin istriku sudah beranjak tidur. kasihan dia, pasti lelah seharian mengurus rumah. Aku tidak ingin mengganggu istirahatnya"
Akhirnya ia memutuskan untuk tidur di luar. Ia gelar sorbannya, dan tidur dengan lelap di depan pintu. ya, didepan pintu di luar rumah. Hanya beralas sorban tipis. Meski seharian ia telah beraktivitas, ia rela menikmati malam itu di luar demi tak ingin membangunkan istrinya.
Tak disangka, di dalam rumah, ternyata istri masih menunggu. Tak terlintas sedikitpun berbaring ke tempat tidur. Ia takut kalau ia tidur di kamar, ia tak mendengar ketukan pintu dari suaminya.
Tetapi sungguh kantukny makin menjadi-jadi. Hingga ia memutuskan untuk bersandar di pintu rumahnya, agar ketukan pintu bisa langsung terdengar olehnya.
Malam itu, tanpa saling tau, sepasang suami istri itu sedang tertidur berdampingan hanya terpisah beberapa nsenti tebal pintu. mereka saling menghormati pasangannya. Sang istri tak mu mengecewakan suami yang sudah kelelahan. Sang suami tak ingin mengganggu istirahat sang istri. Nun jauh di langit, ternyata ratusan ribu malaikat bertasbih saat menyaksikan kedua sejoli tersebut tidur berdekatan, tapi tak saling tau.
Pasti anda sudah menebak siapa pasangan suami istri itu. Benar, sang suami adalah manusia tersuci sejagat, Rasulullah SAW. Sedangkan sang istri adalah perempuan panutan para muslimh, Aisyah ra.
Pasangan suami istri adalah sebuah kesatuan dua manusia yang berbeda. Mereka bersatu dalam sebuah ikatan pernikahan, bukan hanya penyatuan fisik, tetapi uga jiwa. Mereka masing-masing memiliki ego yang mungkin berbed. Mereka mungkin lahir dengan karakter yang sangat kontras. Tetapi ikatan pernikahan hendaknya menjadi sebuah ikatan batin yang menjadikan segala perbedaan itu sebagai media untuk saling melengkapi satu sama lain.
Seorang rekan pernah menasihatkan, bahwa pasangan suami istrii ibarat sepasang sandal. Walau bentuk mereka tak sama, tetapi mereka serasi. Meski saat berjalan tak pernah persis berdampingan, tetapi tujuannya sama. Walaupun mereka tak pernah bisa ganti posisi, namun mereka saling melengkapi. Mereka tak pernah ada yang merasa lebih atau lebih tinggi dari yang lain. Mereka selalu sederajat. Bila yang satu hilang, yang lain tak memiliki arti.
Referensi (Ya Allah bimbing Hamba menjadi wanita sholehah_Aisyah christy)



.jpg)







